Senin, 04 Februari 2013

Sekolah Pintar Merapi

Tagline radio geronimo januari kemarin adalah "lets have a dream". Sebuah tagline yang cukup persuasif menurutku.

Lalu pertanyaan yang muncul kemudian adalah,"apa mimpimu.?"



Jawaban yang tidak terduga saya temukan dari beberapa wanita cantik berjilbab yang datang malam itu. Mereka memang sengaja saya undang untuk ngobrol ngobrol di Angkringan Gayam yang on air setiap senin malam.

Isnaini, dengan penuh keyakinan menjawab," impian saya adalah membantu orang lain untuk meraih mimpinya."
Jawabannya sangat simple namun sangat merasuk di hati saya. Sebuah impian yang mulia dan sangat tidak egois.

"Apakah ini yang menjadi dasar berdirinya sekolah pintar merapi?", tanyaku kemudian. "rasa perduli dan ingin berbagi. Itulah yang mendasari berdirinya sekolah ini", jawabnya singkat.

Erupsi, tanggal 26 oktober 2010 dan 4 november 2010 meluluh lantakkan semua sendi kehidupan di sepanjang lereng gunung merapi bagian selatan. Tak ada istilah belas kasih atau pilih pilih, semua diterjang habis oleh jutaan kubik lahar yang turun dari puncak gunung. Korban jiwa berjatuhan, rumah rumah hancur, jalan jalan sudah tak tampak, Sekolah, masjid, semua tak berbekas.

Kala itu, semua orang dikumpulkan dibeberapa tempat pengungsian. Menanti redanya amarah sang merapi, tapi entah sampai kapan.

Ketidak pastian akan bagaimana nasib masa depan mereka, membuat tidak sedikit orang yang mengalami gangguan jiwa dan tertekan. Tekanan psikis, trauma, tidak hanya dialami oleh orang orang dewasa. Anak anak yang masih memiliki masa hidup yang lebih lama, cita cita yang tinggi, dan kesempatan hidup yang lebih baik juga tak luput dari masalah itu.

Tidak ingin anak anak di tempat pengungsian mengalami trauma yang berkepanjangan, dan masa depan mereka hancur begitu saja karena tidak bisa melanjutkan pendidikan akhirnya beberapa relawan berinisiatif membangun sekolah alternatif. Inilah yang nantinya menjadi cikal bakal Sekolah Pintar Merapi.

Sekolah pintar merapi kemudian berkembang menjadi sebuah kegiatan nonprofit yang concern terhadap anak anak korban lereng merapi. Kegiatan mereka tak hanya berpusat pada pendirian sekolah darurat, akan tetapi mereka juga melakukan pendampingan untuk mengatasi trauma.

Kegiatan pendidikan dan pendampingan ini mereka lakukan dalam bentuk Taman Pendidikan Al-Qur’an, Road show/ wisata edukasi, Sekolah darurat, Children camp, Pendampingan sekolah, Family gathering ‘relawan-pengungsi’, Outbond training,Taman baca / perpustakaan, dan beberapa kegiatan yang lainnya.

Kegiatan kegiatan itu mereka lakukan di 6 posko pengungsian. Smpai saat ini, ketika para pengungsi itu sudah pindah ke HunTap (hunian tetap) masih mereka lakukan, walau dengan bentuk yang berbeda.

Dua setengah tahun komunitas ini berdiri, tak ada kata mengeluh, tak ada kata bosan yang keluar dari mulut para relawan muda ini. Keceriaan, kebahagian terpancar jelas diwajah mereka setiap kali mereka menceritakan setiap detik perjuangan di sekolah ini.

Dikejar lahar dingin, tidur di pengungsian, bahkan terjatuh hingga mengalami amnesia pernah mereka rasakan. Bukan menjadi penghalang, tapi semua itu menjadi bumbu rempah rempah yang membuat perjuangan mereka semakin terasa sempurna.

Satu jam berbincang dengan mereka, membuat saya terharu dan bangga, bahwa masih banyak anak muda indonesia seperti mereka. Pemuda pemudi indonesia yang lebih memilih mengabdikan tenaga mereka untuk orang lain, tak memikirkan materi dan karir yang seharusnya bisa mereka raih saat ini.

Mereka tak perduli gadget, baju, style mereka apa. mereka tak perduli kapan mereka bisa party, hang out ke mall dan kesenangan duniawi lainnya.

Bagi mereka, Tawa anak anak di lereng merapi, pelukan hangat mahluk mahluk kecil itu, dan senyum tulus mereka, menjadi kesenangan tersendiri yang tak ternilai.

Meminjam kalimat semboyan mereka
Kalaulah engkau masih bisa bernafas, nadimu masih berdenyut, dan jantungmu masih berdetak, apalagi yang kau cari. Selain menumbuhkan probadi yang perduli.

web site : www.sekolahpintarmerapi.org
Fb. : seklah pintar merapi

Sumber foto, web & facebook sekolah pintar merapi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar