Apa sih yang terfikir ketika pertama kali mendengarkan kata kata itu?
Saya yakin reaksi di kepala setiap orang tidaklah sama.
Rasa penasaran yang muncul dari dalam diri membuat saya tertarik untuk mengundang teman2 dari komunitas PLU ( People Like Us) , sebuah komunitas LGBT yg ada di jogja.
PLU satuhati adalah organisasi berbasis komunitas yang memperjuangkan kesetaraan. Kesetaraan untuk teman2 gay, lesbian, bisexual, transgender n transseksual.
Banyak hal yang kami bicarakan malam itu, dan secara pribadi saya cukup prihatin dengan nasib yang mereka alami. Setiap hari mereka merasakan diskriminasi dari teman dan lingkungan keluarga sekitar.
Diskriminasi yang muncul menjadi bukti, bahwa sikap manusia untuk menyikapi perbedaan memang harus ditinjau ulang dan direhabilitasi. Caci maki, pengucilan dari lingkungan pergaulan sudah menjadi hal yang biasa dialami oleh teman teman LGBT.
Coba kita tengok lagi kebelakang, Apakah kita melakukan diskriminasi terhadap mereka?
Lesbian, gay, transexual, bisexual dan transgender pada dasarnya adalah pilihan setiap individu manusia. Setiap pilihan yang juga pasti menimbulkan pro dan kontra.
Keberagaman itulah yang membuat hidup menjadi lebih indah, dan adanya perbedaan itulah yang membuat kita bisa belajar menilai sesuatu dari sisi yang berbeda.
Terkadang dari perbedaan itu kita bisa menilai sesuatu apakah itu benar atau salah. Tapi bukan berarti kita punya hak sedikitpun untuk menjudge atau menyakiti siapapun yang memilih jalan yang berbeda.
Perbincangan selama satu jam itu menyadarkan saya. Bagaimanapun mereka, kaum LGBT adalah manusia yang mau dihargai, mau dihormati dan diperlakukan layaknya manusia pada umumnya.
Dalam hati saya berkata,
" TUHAN menciptakan semua mahluk pasti dengan maksud dan tujuannya. Jadi jangan pernah mengatasnamakan TUHAN untuk melakukan diskriminasi kepada orang lain, hanya karena dia BERBEDA"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar